Mengasuh anak adalah hal yang secara alami bisa dilakukan oleh orang tua. Tidak ada buku teks baku yang mengajarkan pada kita bagaimana kita bisa membimbing anak. Serta umumnya banyak orang mempelajari hal ini seiring dengan tumbuh kembangnya anak mereka.

Sayangnya tidak semua hal yang bisa kita ajarkan ke anak bersifat alamiah. Beberapa contoh diantaranya adalah mendidik yang baik, memberi makanan yang sehat, bagaimana memberikan kenyamanan dan lainnya.

Sehingga saat ini bertaburan banyak ahli ‘Parenting’. Buku-buku mengenai cara mengasuh anak yang bagus pun sudah beredar. Pola mengasuh anak bagi satu orang tua dengan yang lainnya pun berbeda, akan tetapi secara umum kita bisa membedakan gaya parenting menjadi tiga macam yaitu:

1. Gaya Otoriter
Gaya asuh jenis pertama ini berbasis sistem pengontrolan. Orang tua memegang secara penuh hak untuk mengontrol kegiatan anak setiap waktu. Dengan demikian orang tua mengeluarkan peraturan yang lumayan ketat dimana jika dilanggar oleh anak maka akan diberikan hukuman sesuai dengan kadar pelanggarannya.

Kekurangan dari sistem pengasuhan otoriter  ini adalah anak tidak diberikan kebebasan untuk mengutarakan pendapat, atau membuat keputusannya sendiri. Alhasil hal ini akan membawa pengaruh pada saat mereka dewasa nanti saat mereka harus membuat keputusan sendiri dalam hidupnya.

2. Gaya Permisif
Pola asuh anak permisif adalah kebalikan dari otoriter. Si anak diperbolehkan memiliki kontrol terhadap diri mereka sendiri. Umumnya tidak banyak aturan yang terdapat di dalam rumah jika pun ada maka aturan ini tidaklah bersifat mengikat.

Orang tua yang menganut gaya parenting seperti ini memberikan kebebasan anak untuk berfikir sendiri dan mengeksplor dunia seperti apa mau mereka. Kekurangan dari pola asuh tipe ini adalah anak tidak mengenal apa itu aturan dan kenapa harus mematuhinya, alhasil sianak akan berkembang menjadi pribadi yang bersifat liberal.

3. Gaya Demokrasi
Pola asuh jenis ketiga ini adalah gaya asuh perpaduan antara sistem otoriter dengan sistem permisif. Orang tua dengan gaya parenting demokrasi akan membuat aturan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak dan mendorong anak untuk bisa mematuhinya. Jika terjadi pelanggaran maka orang tua dan anak akan mendiskusikan hukuman apa yang pantas dijalankan oleh si buah hati.

Dengan sistem asuh demokrasi akan menjadi anak mengetahui mana hal yang sebaiknya dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Inilah gaya didik anak dimana baik orang tua dan anak sama-sama belajar mana yangterbaik untuk keluarga.

Incoming search terms:

  • buku tentang 3 pola mengasuh anak

Related posts:

  1. Bunda, Anak dan Gadgetnya
  2. Waktu Istimewa bersama Anak